Saturday, February 22, 2025
HomeBeritaTrump minta Yordania untuk tekan Hamas soal Gaza

Trump minta Yordania untuk tekan Hamas soal Gaza

Presiden Donald Trump dan Raja Abdullah II dari Yordania mengadakan pertemuan yang “hangat dan produktif” di Gedung Putih pada hari Rabu untuk membahas situasi di Jalur Gaza.

Dalam pertemuan tersebut, Trump menegaskan bahwa Hamas harus segera membebaskan semua sandera, termasuk warga Amerika, paling lambat Sabtu.

Trump juga meminta bantuan Raja Abdullah agar Hamas, serta para pemimpin di kawasan tersebut, benar-benar memahami betapa seriusnya situasi ini.

“Presiden menegaskan bahwa Hamas harus membebaskan semua sandera, termasuk semua warga Amerika, paling lambat hari Sabtu, dan meminta bantuan Raja untuk memastikan bahwa Hamas, serta para pemimpin di wilayah tersebut, memahami keseriusan situasi ini,” ujar Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.

Pernyataan ini keluar setelah pertemuan mereka di Gedung Putih, yang juga membahas hubungan bilateral dan isu-isu regional lainnya.

Selain itu, mereka juga membicarakan rencana Trump untuk memastikan Gaza dibangun kembali dengan baik setelah konflik berakhir, dan memberikan peluang bagi rakyat Gaza untuk hidup dengan aman dan bermartabat, serta bebas dari kekuasaan tirani Hamas.

Yordania dan Mesir saat ini mendapatkan tekanan besar dari AS untuk menerima pengungsi Palestina, setelah Trump menyarankan untuk mengambil alih Gaza dan memindahkan warga Palestina, yang ditolak keras oleh Palestina dan para pemimpin Arab.

Dalam kesempatan tersebut, Trump juga mengungkapkan bahwa AS berencana untuk “mengambil alih” Gaza dan mengembangkannya dengan infrastruktur seperti hotel, gedung perkantoran, dan lainnya.

Selama ini, Israel telah menjadikan Gaza sebagai penjara terbuka terbesar di dunia dengan blokade yang sudah berlangsung 18 tahun, memaksa hampir 2 juta dari 2,3 juta penduduk Gaza untuk terpaksa mengungsi akibat kekurangan pangan, air, dan obat-obatan karena pembatasan yang diberlakukan.

Usulan Trump untuk memindahkan warga Palestina ini datang di tengah gencatan senjata dan kesepakatan tukar tahanan yang dimulai pada 19 Januari, yang menghentikan sementara perang Israel yang telah merenggut lebih dari 48.200 nyawa dan menghancurkan sebagian besar Gaza.

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Pengajar HI Universitas Al Azhar Indonesia, Mahasiswa PhD Hubungan Antarbangsa Universitas Sains Malaysia.
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Most Popular