HomeHeadlineSerangan Udara Israel di Gaza City Tewaskan Satu Keluarga, Termasuk Dua Anak

Serangan Udara Israel di Gaza City Tewaskan Satu Keluarga, Termasuk Dua Anak

GAZA CITY — Serangan udara Israel yang menghantam kawasan permukiman di Kota Gaza pada dini hari Sabtu (20/6) menewaskan satu keluarga Palestina, termasuk dua anak perempuan, di tengah gencatan senjata yang telah berlaku sejak 10 Oktober 2025. Serangan terjadi sekitar pukul 02.00 waktu setempat dan mengenai sebuah bangunan di Jalan al-Thalatini, menurut sumber medis yang dikutip kantor berita WAFA.

Di antara korban tewas adalah seorang ayah bersama dua putrinya, Zina yang berusia empat tahun dan Lana yang berusia 14 tahun. Sang ibu mengalami luka-luka dan kemudian meninggal pada Sabtu. Beberapa orang lain turut terluka dalam serangan tersebut.

“Apakah Ini Benar Gencatan Senjata?”

Mohammad Safadi, kerabat keluarga korban yang mengalami luka di dahi, menggambarkan detik-detik serangan. “Saya sedang duduk di rumah. Roket itu jatuh menimpa kami tanpa peringatan,” katanya. Ia menyatakan dirinya dan istrinya sama-sama terluka.

“Gencatan senjata yang dibicarakan pihak pendudukan dan tim negosiasi ini — apakah ini benar-benar gencatan senjata? Kami warga sipil. Saya tidak pernah memegang senjata,” ujar Safadi.

Koresponden Al Jazeera Tareq Abu Azzoum, yang melaporkan dari Gaza, menyatakan kawasan tersebut tidak menerima peringatan apa pun sebelum serangan. Menurutnya, situasi seperti ini terus berulang dari hari ke hari.

Sepuluh Tewas dalam Rangkaian Serangan

Serangan di Jalan al-Thalatini merupakan bagian dari rangkaian serangan Israel di Gaza sepanjang Jumat malam hingga Sabtu yang, secara keseluruhan, menewaskan sedikitnya 10 orang menurut sumber medis Palestina. Dalam serangan terpisah di sebuah apartemen di kawasan al-Sabra, Kota Gaza, empat orang dilaporkan tewas. Di kamp pengungsi Bureij, Gaza tengah, dua orang tewas, termasuk Ahmed Washah, juru kamera untuk jaringan televisi Al Jazeera Mubasher.

Militer Israel menyatakan kepada AFP bahwa pihaknya menyerang Washah, yang disebutnya sebagai “teroris Hamas”. Juru bicara militer tidak segera memberikan bukti pendukung atas klaim tersebut, tetapi menyatakan akan mengeluarkan pernyataan dengan rincian lebih lanjut. Sebelumnya, lima orang terluka pada Jumat malam ketika serangan udara Israel menargetkan sebuah tenda yang menampung keluarga pengungsi di kawasan al-Mawasi, Khan Younis.

Sejak gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat mulai berlaku pada Oktober, sedikitnya 1.007 warga Palestina di Gaza tewas dan 3.165 lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan setempat. Adapun jumlah total korban tewas sejak perang dimulai pada Oktober 2023 telah mencapai sedikitnya 73.018 jiwa.

Israel membatasi masuknya pangan, bantuan medis, dan material tempat tinggal ke Gaza, tempat sekitar 2,2 juta orang menghadapi kebutuhan kemanusiaan akut. Militer Israel juga masih menduduki sebagian besar wilayah Jalur Gaza. (IW)

ARTIKEL TERKAIT

Terpopuler