Hamas pada Senin (15/6) menyambut memorandum kesepahaman yang diumumkan antara Amerika Serikat dan Iran untuk menghentikan operasi militer di berbagai front. Kelompok Palestina tersebut menyatakan harapannya agar kesepakatan itu dapat membantu mendorong stabilitas dan meredakan ketegangan di kawasan.
Dalam sebuah pernyataan pers, dilansir dari Middle East Monitor, Hamas mengatakan pihaknya berharap kesepakatan tersebut akan memberikan dampak positif terhadap berbagai isu mendesak di kawasan, khususnya dengan mewujudkan penghentian segera ofensif Israel yang masih berlangsung di Jalur Gaza serta menghentikan serangan dan pelanggaran yang terjadi di Lebanon maupun front-front lainnya.
Hamas menegaskan bahwa terciptanya keamanan dan stabilitas di kawasan bergantung pada berakhirnya apa yang mereka sebut sebagai perang “genosida, kelaparan, dan pengusiran” terhadap rakyat Palestina di Gaza. Selain itu, Hamas menilai akar konflik juga harus diselesaikan, termasuk pendudukan Israel yang masih berlangsung dan penolakan terhadap hak-hak nasional rakyat Palestina.
Gerakan tersebut juga menyampaikan ucapan selamat kepada pemerintah dan rakyat Iran atas apa yang mereka gambarkan sebagai keteguhan serta komitmen dalam mempertahankan hak-hak dan kepentingan nasional mereka di tengah berbagai tekanan dan tantangan.
Menurut Hamas, sikap Iran tersebut telah membantu menggagalkan upaya-upaya untuk memaksakan diktat politik dan proyek-proyek dominasi regional.
Pernyataan itu disampaikan setelah Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengumumkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan damai yang mencakup penghentian segera dan permanen operasi militer di seluruh front, termasuk Lebanon.
Kesepakatan tersebut dipandang sebagai langkah penting dalam upaya meredakan ketegangan regional yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir, sekaligus membuka peluang bagi terciptanya stabilitas yang lebih luas di Timur Tengah.

