KOTA GAZA – Sedikitnya sembilan warga Palestina tewas akibat tembakan pasukan Israel di Jalur Gaza pada Rabu (8/7), dalam pelanggaran terbaru terhadap perjanjian gencatan senjata yang masih berlangsung, menurut sumber medis dilansir dari Anadolu Agency.
Seorang warga Palestina tewas dan dua lainnya terluka ketika sebuah drone Israel menyerang kendaraan sipil di sebelah barat Kota Gaza, kata sumber medis kepada Anadolu.
Dalam insiden terpisah, seorang warga Palestina tewas dan seorang lainnya terluka akibat serangan drone Israel yang menyasar sekelompok warga sipil di Jalan Al-Oyoun, kawasan Sheikh Radwan, Kota Gaza.
Seorang anak berusia enam tahun juga meninggal dunia akibat luka yang dideritanya setelah terkena tembakan pasukan Israel di kawasan Zeitoun, selatan Kota Gaza.
Di Gaza selatan, empat warga Palestina, termasuk seorang ayah, putranya, dan seorang anak, tewas serta 10 lainnya terluka ketika serangan udara Israel menghantam tenda yang menjadi tempat berlindung warga sipil pengungsi di kawasan Al-Mawasi, sebelah barat Khan Younis.
Sumber medis lainnya menyebutkan seorang sopir truk bantuan kemanusiaan ditembak di bagian kepala oleh pasukan Israel di Rafah, Gaza selatan. Jenazahnya kemudian dibawa ke Rumah Sakit Nasser di Khan Younis.
Sumber setempat mengidentifikasi korban sebagai Ahmad Nasser Isleem. Ia ditembak saat menunggu di dalam truknya untuk memuat bantuan kemanusiaan.
Seorang anak berusia delapan tahun juga meninggal dunia akibat luka yang dideritanya setelah serangan Israel menghantam sebuah kendaraan sipil di kawasan Sabra, Kota Gaza, pada Selasa malam, menurut sumber medis.
Sementara itu, Badan Pertahanan Sipil Gaza menyatakan seorang perempuan terluka akibat tembakan kapal perang Israel di lepas pantai barat Kota Gaza. Namun, tidak dijelaskan lebih lanjut mengenai kondisi atau jenis luka yang dialaminya.
Di Gaza tengah, tentara Israel menembakkan sejumlah peluru artileri ke wilayah timur dan selatan Kamp Pengungsi Bureij, menurut sumber lokal dan para saksi mata.
Kendaraan militer Israel juga melepaskan tembakan ke arah tenda-tenda pengungsi di Al-Mawasi, barat laut Rafah. Tidak ada korban luka yang dilaporkan dalam insiden tersebut.
Sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, serangan Israel telah menewaskan sedikitnya 1.084 warga Palestina dan melukai 3.491 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Secara keseluruhan, sejak Oktober 2023, serangan militer Israel telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 173.000 lainnya. Serangan tersebut juga menyebabkan kehancuran luas yang berdampak pada sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Jalur Gaza.

