Thursday, April 25, 2024
HomeBeritaTimur TengahSaudi ingatkan Israel bencana serang Rafah

Saudi ingatkan Israel bencana serang Rafah

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan. (Foto: Anadolu)
Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan. (Foto: Anadolu)

Arab Saudi pada Sabtu (10/2) memperingatkan dampak serangan Israel ke kota Rafah di Jalur Gaza selatan yang tempat perlindungan terakhir bagi pengungsi Palestina.

“Kerajaan Arab Saudi telah memperingatkan dampak yang sangat berbahaya dari serbuan dan upaya menargetkan kota Rafah di Jalur Gaza,” terang Saudi Press Agency.

Saudi menegaskan Rafah merupakan tempat perlindungan terakhir bagi ratusan ribu warga sipil yang terpaksa mengungsi akibat agresi brutal Israel.

Saudi juga mengecam keras rencana Israel dan sekutu untuk mengusir paksa para pengungsi. Saudi kembali menuntut perlunya gencatan senjata segera.

Riyadh meminta Dewan Keamanan PBB untuk segera bersidang atas pelanggaran yang terus berlanjut terhadap hukum internasional.

“Sidang tersebut guna mencegah Israel menciptakan bencana kemanusiaan yang akan menimpa semua orang yang berada di dalamnya (Gaza),” tulis Saudi Press Agency.

Rafah merupakan rumah bagi lebih dari 1 juta penduduk yang berlindung perang dan dianggap benteng terakhir Hamas.

Israel akan operasi darat di Rafah

Pasukan penjajah Israel sedang mempersiapkan operasi militer darat di Rafah di Gaza selatan.

Persiapan itu dilakukan di tengah rencana mengevakuasi penduduk sebelum serangan tersebut, ungkap sejumlah media Israel.

Sebelumnya, Mesir dan AS meminta operasi militer di Rafah dilancarkan setelah evakuasi besar-besaran penduduk dari kota tersebut rampung.

Mesir juga meminta operasi tersebut diluncurkan setelah Tel Aviv dan Kairo mencapai kesepakatan soal aktivitas militer Israel di wilayah perbatasan Gaza dan Mesir, yang dikenal sebagai Poros Philadelphia, lapor media Israel KAN.

Poros Philadephia adalah zona penyangga sempit sepanjang 13 kilometer antara Mesir dan Jalur Gaza.

KAN mengklaim Israel telah memberi tahu beberapa negara Arab dan AS tentang kesiapannya meluncurkan operasi di Rafah.

Menurut surat kabar Yedioth Ahronoth, tentara Israel telah menyetujui operasi darat di Rafah di Jalur Gaza selatan.

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Pengajar HI Universitas Al Azhar Indonesia, Mahasiswa PhD Hubungan Antarbangsa Universitas Sains Malaysia.
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Most Popular