HomeBeritaTahanan Palestina Wafat, Israel Sembunyikan Keberadaannya Selama 2 Tahun

Tahanan Palestina Wafat, Israel Sembunyikan Keberadaannya Selama 2 Tahun

GAZA MEDIA, RAMALLAH — Otoritas Israel mengungkap wafatnya seorang tahanan Palestina asal Jalur Gaza, Ihab Muhammad Abdul Qader Diab, 36 tahun, setelah hampir dua tahun merahasiakan nasibnya. Kasus tersebut kembali menyoroti dugaan penghilangan paksa dan kondisi para tahanan Gaza di penjara Israel.

Kantor Informasi Tahanan Palestina pada Ahad (9/8) melaporkan, Diab dinyatakan meninggal pada September 2024. Namun, keluarganya tidak diberi tahu mengenai kematian maupun kondisi yang menyebabkan dirinya meninggal.

Diab diketahui ditangkap oleh pasukan Israel pada Desember 2023, beberapa bulan setelah pecahnya perang di Gaza pada Oktober tahun yang sama. Sejak penangkapan tersebut, keluarganya tidak memperoleh informasi mengenai keberadaan atau kondisi tahanan tersebut.

Pengungkapan mengenai kematian Diab baru dilakukan setelah hampir dua tahun sejak ia ditahan. Kantor Informasi Tahanan menyebut kasus tersebut sebagai bukti adanya praktik penghilangan paksa terhadap tahanan asal Gaza.

Menurut lembaga tersebut, kasus Diab juga menimbulkan kekhawatirank masih terdapat tahanan Gaza lainnya yang telah meninggal tetapi nasibnya belum diketahui. Informasi mengenai lokasi penahanan dan kondisi mereka disebut masih ditutup oleh Israel.

Kantor Informasi Tahanan menilai pengungkapan kematian Diab memiliki implikasi serius karena dapat menunjukkan adanya jumlah korban yang lebih besar yang belum teridentifikasi.

Dengan dikonfirmasinya kematian Diab, jumlah tahanan Palestina yang tercatat meninggal sejak 1967 mencapai 328 orang.

Dari jumlah tersebut, 91 tahanan meninggal sejak 7 Oktober 2023, ketika perang di Jalur Gaza dimulai. Sebanyak 53 orang di antaranya berasal dari Jalur Gaza.

Kantor Informasi Tahanan juga menyebut Israel masih menahan 99 jenazah tahanan Palestina yang telah meninggal. Sementara itu, jumlah tahanan dan narapidana Palestina yang berada dalam tahanan Israel mencapai sekitar 9.400 orang.

Data tersebut menjadi perhatian khusus karena sebagian besar tahanan asal Gaza disebut menghadapi keterbatasan informasi mengenai kondisi dan lokasi penahanan mereka.

Kantor Informasi Tahanan menegaskan  Israel harus bertanggung jawab penuh atas kematian para tahanan serta dugaan pelanggaran yang terjadi selama mereka berada dalam tahanan.

Lembaga tersebut juga menyerukan kepada institusi internasional agar segera mengambil langkah untuk mengungkap nasib para tahanan Gaza yang masih tidak diketahui keberadaannya.

Selain itu, mereka mendesak dilakukannya penyelidikan independen terhadap dugaan pembunuhan, penyiksaan, dan penghilangan paksa terhadap tahanan Palestina.

Mereka juga menyerukan agar pihak-pihak yang bertanggung jawab atas dugaan kejahatan tersebut dimintai pertanggungjawaban.

Kasus Diab menambah daftar tahanan Palestina yang kematiannya baru diketahui setelah pihak keluarga tidak mendapatkan informasi mengenai nasib mereka dalam waktu yang panjang.

Kantor Informasi Tahanan menilai pengungkapan tersebut menunjukkan perlunya transparansi mengenai seluruh tahanan asal Gaza, termasuk keberadaan, kondisi kesehatan, serta nasib mereka selama berada dalam tahanan Israel.

ARTIKEL TERKAIT

Terkini