Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) membantah penargetan Bandara Internasional Kuwait, mengatakan serangan tersebut terjadi akibat kerusakan sistem rudal Patriot AS, menurut stasiun televisi pemerintah IRIB, seperti dilaporkan Anadolu, Rabu (3/6).
Dilansir media Middle East Monitor, Juru bicara IRGC, Hossein Mohebbi, mengatakan penyelidikan menunjukkan Divisi Dirgantara Iran memastikan tidak menembak ke arah terminal bandara Kuwait.
“Investigasi kami terkait serangan bandara Kuwait memastikan Angkatan Udara IRGC tidak melakukan sasaran ini,” kata juru bicara tersebut.
Dia mengklaim kerusakan itu disebabkan rudal Patriot yang jatuh di terminal bandara setelah gagal mencegat rudal Iran.
“Kerusakan terminal penumpang di Bandara Kuwait disebabkan kesalahan sistem Patriot Amerika setelah gagal mencegat rudal Iran,” tambahnya.
Pada hari Rabu, IRGC mengatakan telah menyerang pangkalan AS di Kuwait dan markas besar Armada Kelima AS di Bahrain, sebagai balasan atas serangan AS semalam terhadap menara komunikasinya di Pulau Qeshm Selatan.


