HomeBeritaTim Negosiasi Iran Protes Ancaman Trump, Sebut Langgar Nota Kesepahaman

Tim Negosiasi Iran Protes Ancaman Trump, Sebut Langgar Nota Kesepahaman

Tim negosiasi Iran memprotes ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui platformnya ‘Thruth Social’ selama pembicaraan negosiasi yang sedang berlangsung di Swiss pada Ahad (21/6) dengan alasan pernyataan tersebut merupakan pelanggaran terhadap nota kesepahaman antara Teheran dan Washington, menurut laporan Kantor Berita Tasnim Iran, dilansir dari Anadolu Agency.

Mengutip delegasi negosiasi Iran, Tasnim melaporkan ancaman Trump terhadap Iran dan tim negosiasinya merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap Pasal 1 nota kesepahaman tersebut.

Menurut delegasi Iran, Pasal 1 nota kesepahaman mewajibkan Amerika Serikat untuk tidak mengeluarkan ancaman.

Kantor berita itu juga melaporkan delegasi Iran meninggalkan lokasi pembicaraan dengan Amerika Serikat setelah ancaman yang dilontarkan Trump.

Sebelumnya pada hari Ahad, Trump mendesak Iran untuk segera menghentikan para proksi mereka yang dibayar mahal di Lebanon agar tidak membuat masalah, atau Washington akan kembali menghantam Teheran dengan keras.

Jika mereka tidak melakukannya, kami akan menghantam Iran dengan sangat keras lagi, seperti yang kami lakukan pekan lalu, bahkan lebih keras, tulis Trump di platform Truth Social miliknya.

Menurut Fox News, Trump juga berbicara dengan pihak Iran semalam dan memperingatkan jika mereka menutup Selat Hormuz, “kalian tidak akan memiliki negara. Kalian bahkan tidak akan bisa kembali ke negara kalian yang sial itu. Kami mungkin akan mengambil alih Selat Hormuz, jika perlu.” kata Trump.

Ia mengatakan  Amerika Serikat dapat menjadi Malaikat Pelindung Selat Hormuz dan mengambil 20 persen minyak yang melintas di sana.

“Jika mereka tidak mencapai kesepakatan, kami akan memungut biaya tol”, tambah presiden AS tersebut.

Dalam wawancaranya dengan Fox News, Trump mengatakan  Presiden Iran Masoud Pezeshkian, yang bersikeras mempertahankan hak Iran untuk memperkaya uranium, sebaiknya menjaga ucapannya.

“Ia sebaiknya memperbaiki sikapnya atau kami akan mengambil alih sisa negaranya,” kata Trump.

Putaran pertama perundingan empat pihak melibatkan Iran dan Amerika Serikat, dengan mediasi Qatar dan Pakistan, berakhir di Swiss pada hari Minggu, lapor kantor berita semi-resmi Iran, Fars, mengutip sumber yang mengetahui jalannya tim negosiasi Iran.

Belum ada rincian lebih lanjut yang diumumkan mengenai kapan sesi berikutnya akan dimulai.

Sebelumnya pada hari yang sama, Qatar mengumumkan dimulainya negosiasi AS-Iran di Swiss dengan partisipasi mediator dari Qatar dan Pakistan untuk membahas pelaksanaan ketentuan-ketentuan dalam kesepakatan sementara antara kedua pihak.

Delegasi Amerika Serikat dan Iran tiba lebih awal di Swiss untuk melakukan negosiasi teknis berdasarkan nota kesepahaman yang ditandatangani pada hari Rabu guna mengakhiri konflik Timur Tengah yang telah berlangsung berbulan-bulan dan membuka kembali Selat Hormuz.

Pembicaraan di Burgenstock dipimpin oleh Wakil Presiden AS JD Vance, sementara pihak Iran diwakili Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, dengan mediasi Pakistan.

Mengutip seorang diplomat yang tidak disebutkan namanya, Axios melaporkan  delegasi Iran tidak meninggalkan perundingan di Swiss dan  pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran masih berlangsung.

Laporan tersebut juga menyebutkan  pihak Amerika Serikat berharap putaran pertama pembicaraan berakhir dengan undangan dari Iran kepada para inspektur Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengunjungi fasilitas nuklirnya yang sebelumnya dibombardir oleh Amerika Serikat dan Israel.

ARTIKEL TERKAIT

Terpopuler