Thursday, July 25, 2024
HomeBeritaMenhan Israel: Jangan lewatkan peluang kesepakatan ini!

Menhan Israel: Jangan lewatkan peluang kesepakatan ini!

JERUSALEM

Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant berpesan untuk tidak menyia-nyiakan peluang kesepakatan gencatan senjata untuk membebaskan para sandera dengan Hamas.

Kantor berita Anadolu mengabarkan pada Senin (8/7), Menteri Pertahanan Yoav Gallant mengadakan pertemuan dengan keluarga para sandera yang ditahan di Gaza.

“Tekanan militer telah membuat kondisi yang membuat kita bisa bergerak maju dengan kesepakatan. Militer akan mengetahui kapan menahan dan kapan akan kembali bertempur,” kata Gallant.

Kata Gallant, “Kita harus mengambil keuntungan tekanan militer untuk bergerak maju dengan kesepakatan, dan tidak menyia-nyiakannya.”

Pernyataan Gallat datang sehari setelah PM Israel Benjamin Netanyahu pada Ahad yang mengatakan Israel tidak akan menerima kesepakatan dengan Hamas, kecuali itu mengizinkan Israel kembali menyerang Gaza.

Pernyataan Netenyahu dipandang sebagai upaya menggagalkan negosiasi gencatan senjata di Gaza.

Kepada Inteligen Shin Bet Israel, Ronen Bar dan Direktur CIA Willam Burns tiba di Mesir pada Senin (8/7) untuk meneruskan negosiasi genjatan senjata dan pertukaran tahanan antara Israel dan Hamas.

Media Israel juga melaporkan, Kepala Mossad Israel David Barnea akan berkunjung ke Qatar pada Rabu untuk bertemu Perdana Menteri Qatar Sheikh Muhammad bib Abdulrahman Al-Thani, Direktur CIA Willam Burns, dan Kepala bandan intelijen Mesir Abbas Kamel.

Selama berbulan-bulan negosiasi gencatan senjata antara Hamas dan Israel galal karena penolakan sepihak oleh PM Benjamin Netanyahu.

Aksi Israel yang mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB untuk gencatan senjata, telah mendapatkan kecaman insternasional, karena aksi balasan Israel yang brutal ke Gaza sejak 7 Oktober 2023.

Lebih dari 38,150 warga palestina tewas, kebanyakan wanita dan anak-anak, serta lebih dari 87,800 lebih luka-luka, menurut data kementerian kesehatan di Gaza.

Sembilan bulan berlalu sejak serangan Israel ke Gaza yang menghancurkan mayoritas bangunan di Jalur Gaza, dan semakin mempersulit keadaan di sana akibat blokade makanan, air bersih, dan obat-obatan.

ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Most Popular