HomeBeritaBadan HAM PBB Desak Israel Bebaskan Dokter Hussam Abu Safia, Nyawanya dalam...

Badan HAM PBB Desak Israel Bebaskan Dokter Hussam Abu Safia, Nyawanya dalam Bahaya

Badan hak asasi manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan, nyawa dokter Palestina Dr. Hussam Abu Safia berada dalam bahaya serius dan mendesak agar ia segera dibebaskan dari penahanan Israel yang disebut sebagai penahanan sewenang-wenang. Laporan Al-Jazeera pada Senin (6/7).

Kelompok Kerja PBB tentang Penahanan Sewenang-wenang (UN Working Group on Arbitrary Detention) menyatakan, tindakan Israel terhadap Abu Safia melanggar sejumlah pasal dalam Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia serta Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik.

Dalam pernyataannya, badan PBB menegaskan “solusi yang tepat adalah segera membebaskannya serta memberikan hak yang dapat ditegakkan untuk memperoleh kompensasi dan bentuk pemulihan sesuai dengan hukum internasional.”

Badan HAM PBB juga menilai, kasus dokter Abu Safia bukanlah kasus yang berdiri sendiri, melainkan dapat menjadi indikasi adanya praktik penahanan sewenang-wenang yang meluas atau sistematis di Israel.

Pengacara: Kondisinya Sangat Kritis

Pengacara Abu Safia, Nasser Odeh, memperingatkan kondisi kesehatan kliennya berada dalam bahaya besar setelah mengalami perlakuan brutal setiap hari selama berada dalam tahanan.

Sementara itu, organisasi-organisasi HAM dan pihak keluarga menyatakan, Abu Safia menunjukkan tanda-tanda telah mengalami penyiksaan secara berkala.

Pihak Dinas Penjara Israel (Israel Prison Service) belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar mengenai laporan tersebut. Sebelumnya, lembaga itu membantah tuduhan Abu Safia maupun dokter-dokter Palestina lainnya mengalami perlakuan buruk di dalam penjara.

Mahkamah Agung Israel juga sebelumnya menolak memberikan komentar terkait berbagai permohonan pembebasan Abu Safia.

Ditahan Sejak Desember 2024 Tanpa Dakwaan

Dr. Hussam Abu Safia merupakan direktur Rumah Sakit Kamal Adwan di Jalur Gaza, pasukan Israel menangkapnya bersama sejumlah tenaga medis dan pasien pada Desember 2024.

Sejak saat itu, ia ditahan tanpa dakwaan.

Dokter spesialis anak tersebut dikenal luas karena aktif menyuarakan kehancuran sistem layanan kesehatan di Gaza akibat perang genosida Israel. Ia tetap menjalankan tugasnya merawat pasien meskipun salah seorang putranya gugur dalam serangan drone Israel.

Seperti banyak tenaga kesehatan Palestina lainnya, Abu Safia ditangkap ketika sedang menjalankan tugas kemanusiaannya merawat para pasien.

ARTIKEL TERKAIT

Terpopuler